Friday, 23 January 2015

Masalah Kependudukan Dalam Hubungannya Dengan Perkembangan Masyarakat & Kebudayaan

Masalah Kependudukan Dalam Hubungannya
Dengan Perkembangan Masyarakat & Kebudayaan

A.     Pengertian
Penduduk :
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan sebagai berikut:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
  • Orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dalam wilayah tersebut dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus.

Masyarakat  :
Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas dan bisa didefinisikan sebagai berikut :
  • sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
  • Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Kebudayaan  :
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia dan dapat didefinisikan sebagai berikut :
  • Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
  • Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

B.      Hubungan Penduduk Terhadap Perkembangan Sosial

        Pertumbuhan penduduk yang signifikan akan berdampak pada perubahan sosial kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku dalam masyarakat,seperti:

a.    Meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan sandang, pangan,dan papan

Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia. Kebutuhan akan sandang dapat dipenuhi oleh industry tekstil,kebutuhan akan pangan dapat dipenuhi oleh industri pertanian(salah satunya), dan kebutuhan papan dapat dipenuhi oleh industry bahan bangunan (salah satunya). Jika terjadi ledakan jumlah penduduk, maka semakin banyak pula manusia yang membutuhkan asupan sandang, pangan, dan papan.

b.    Berkurangnya lahan tempat tinggal

Untuk memenuhi kebutuhan papan yakni rumah tentu kita memerlukan lahan untuk membangun. Semakin bertambah banyak penduduk, tentu kebutuhan akan rumah semakin banyak dan otomatis lahan yang dibutuhkan semakin banyak. Sementara lahan yang tersedia luasnya tetap. Yang akan terjadi adalah padatnya pemukiman dan sedikit sekali lahan-lahan kosong yang tersisa karena semakin sedikitnya lahan yang kosong, akan membuat harga tanah semakin melonjak, dan tentu saja masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli tanah untuk membangun rumah, sehingga mereka mencari “lahan” lain untuk tinggal, seperti kolong jembatan, taman kota, stasiun, emperan toko, dan lain-lain

c.     Meningkatnya investor yang datang

Dengan banyaknya jumlah penduduk akan berakibat menjamurnya pusat perbelanjaan. Seorang pengusaha tentu akan membangun usahanya ditempat yang strategis, tempat yang ramai, dan tempat yang menurutnya banyak terdapat konsumen. Kawasan padat penduduklah yang akan menjadi incaran para investor atau pengusaha. Untuk daerah perkotaan, para pengusaha akan cenderung untuk membangun pusat perbelanjaan modern atau yang biasa kita sebut Mall.

d.    Meningkatnya angka pengangguran

Semakin bertambahnya jumlah penduduk tentu akan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Namun bagaimana jika lapangan pekerjaan yang tersedia tidak cukup menampung jumlah tenaga kerja yang ada? Tentu hal ini akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.


C.      Hubungan Kebudayaan Terhadap Perkembangan Sosial 

        Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan. Gerak manusia terjadi oleh karena mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lain.
Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
  1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
  2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.
Gerak tersebut tidak hanya disebabkan oleh jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan kebudayaan terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

Beberapa masalah yang menyangkut proses itu adalah :
·         Unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
·         Unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima
·         Individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur baru
·         Ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut

D.     Hubungan Masyarakat Terhadap Perkembangan Sosial
Hubungan masyarakat terhadap perkembangan sosial ditekankan terhadap pengaruh kelompok sosial, dan yang pertama dihadapi manusia adalah keluarga. Keluarga berperan sebagai tempat manusia berkembang sebagai manusia sosial. Selain itu keadaan sosial ekonomi keluarga juga dapat berperan terhadap perkembangan anak-anak.

            Berdasarkan hail eksperimen bahwa pengaruh latar belakang sosial ekonomi yang paling menguntungkan bagi perkembangan sosial anak ialah status ekonomi yang menengah, kecuali bahwa terdapat kemungkinannya bahwa dalam hal tu agak lambat dalam menyesuaikan diri. Faktor lain yang mempengaruhi adalah keutuhan keluarga selain itu status anak, sikap dan kebiasaan orang tua juga mempengaruhi.

            Mengenai peranan sekolah dalam perkembangan sosial lebih sulit diadakan secara terperinci seperti yang ada pada keluarga. Jelaslah kiranya bahwa pengaruh sekolah terhadap perkembangan sosial anak cukup besar. Selain itu peranan lingkunganpun juga mempengaruhi perkembangan sosial.



Teori George Herbert Mead "MIND, SELF AND SOCIETY"

George Herbert Mead

George Herbert Mead lahir di South Hadley, Massachussetts, Amerika pada tanggal 27 Februari 1863. Dia merupakan anak dari seorang pendeta. Ayahnya bernama Hiram Mead. Selain sebagai pendeta, ayah Mead juga merupakan pengajar di seminar teologi di Oberlin, Ohio. Ibu Mead yang bernama Elizabeth Storrs Billings merupakan pengajar di Oberlin College selama dua tahun kemudian menjadi presiden di Mount Holyoke College selama sepuluh tahun.
Pada saat George Herbert Mead berusia 7 tahun, dia masuk ke Fakultas Teologi di Oberlin Collage di Ohio dan selesai pada tahu 1883. Setelah lulus dari Oberlin pada usianya yang ke 20 tahun, Mead mengajar pada sebuah sekolah namun hanya bertahan sebentar karena di sekolah tersebut siswanya suka memberontak dan berbuat gaduh. Pada dasarnya tidak ada keinginan belajar dari para siswanya. Setelah itu dia menjadi pekerja survei yang menyusun batasan jalan raya sepanjang 1100 mil dari Mannesota ke Saskatchewan selama tiga tahun.
Mead masuk ke Harvard University selama satu tahun untuk mengkaji filsafat dan psikologi beserta bahasa Latin, Yunani, dan subyek lainnya. Mead tertarik pada filsafat romantik dan idealistik milik Hegel. Oleh karena itu dia pergi ke Jerman selama tiga tahun sebagai murid filsafat dan psikologi di Leipzig dan Berlin. Dalam prosesnya menuntut ilmu inilah Mead lebih tertarik pada psikologi ketimbang filsafat. Tahun 1891, Mead kembali ke AS dan mengajar di Universitas Michigan selama tiga tahun. Dan pada tahun 1894, ia bergabung dengan Departemen Filosofi di Universitas Chicago dan tetap di sana hingga meninggal pada tahun 1931.
Dalam hidupnya, Mead tidak pernah mengeluarkan atau menulis buku. Setelah dia meninggal, para mahasiswa Mead seperti Herbert Blumer dan William I. Thomas mengeluarkan buku tentang pemikiran Mead. Buku itu merupakan rangkuman pelajaran yang pernah Mead ajarkan kepada para mahasiswanya. Ini merupakan hasil pemikiran Mead yang didokumentasikan dari catatan para mahasiswanya. Oleh sebab itu buku tentang teori Mead dianggap kurang sistematis.
Sedikit mengulas, teori yang diusung George Herbert Mead adalah interaksionalisme simbolik di mana dari teori tersebut terdapat tiga konsep yang sangat terkenal yaitu mind, self, and society.


A. Mind
Mind identik dengan simbol. Sebelum kita membahas apa itu mind, alangkah baiknya bila kita tahu terlebih dahulu apa itu simbol. Simbol mewakili apa pun yang individu setujui. Sesuatu akan dianggap sebagai simbol jika ada sesuatu yang lain yang terdapat di dalamnya. Sesuatu yang memiliki satu makna saja atau tanpa melalui proses interpretasi, maka belum bisa disebut dengan simbol. Contohnya adalah bunga. Jika hanya bunga saja belum termasuk simbol. Namun jika konteksnya bunga desa atau bunga bank, maka itu dapat disebut dengan simbol. Simbol bersifat luas. Bisa meliputi apapun. Namun pada dasarnya simbol dibagi menjadi dua yaitu gerak-gerik (gesture) dan visual (bahasa).
Menurut Mead, mind bukanlah suatu benda melainkan suatu proses sosial. Mind atau yang biasa dianggap sebagai akal budi identik dengan penggunaan simbol-simbol. Mind inilah yang membedakan antara manusia dengan hewan. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwamind itu merupakan penerapan atau identik dengan simbol-simbol di mana simbol sendiri ada dua jenis yaitu gerak-gerik dan bahasa.
Mengapa mind dikatakan membedakan manusia dengan hewan? Karena mind melalui proses berfikir. Contoh, kucing menggerang dengan menaikkan ekor dan mengeluarkan taringnya kepada kucing lain yang ingin merebut makananya. Hal ini tidak bisa dikatakan sebagai simbol karena gerangan yang dilakukan kucing adalah insting. Tidak terpikirkan oleh kucing itu bahwa jika dia menggerang dan menaikkan ekornya itu si kucing menyampaikan pesan “Jangan ambil makanan saya atau saya akan marah”. Yang berjalan dikalangan hewan itu tadi hanya insting untuk memenuhi kebutuhan makan mereka. Berbeda jika dengan manusia. Saat ada dua orang laki-laki di pinggir jalan sedang mengepalkan tangan kearah lawannya yang bisa diartikan sebagai bentuk tantangan yang akan membuat lawan berinteraksinya melakukan respon seperti mengejar atau menghajarnya. Kepalan tangan dalam kasus di atas merupakan simbol gerak-gerik yang memiliki makna amarah atau tantangan.  Inilah yang dimaksudkan mind membedakan antara hewan dan manusia. Jika hewan hanya sebatas insting sedangkan manusia melalui proses penangkapan simbol dan mencernanya untuk kemudian direspon.
Selain gesture, Mead memaparkan tentang simbol bahasa. Contoh untuk simbol bahasa adalah pada suatu pagi di sebuah jalan ada seseorang yang ingin menyeberang jalan. Dari arah berbeda melajulah truk dengan kecepatan tinggi. Orang di sekitarnya ada yang meneriakinya “Awas!!! Ada truk dengan kecepatan tinggi dari Selatan” atau dapat juga jika orang itu sendiri yang melihat truk melaju kencang dari arah Selatan lalu dia mengatakan pada dirinya sendiri “Lebih baik aku mempercepat jalanku karena ada truk yang melaju kencang dari arah Selatan”. Kemampuan seseorang dalam menggunakan simbol bahasa memungkinkan dia dapat melihat dirinya melalui prespektif orang lain.
Bagi Mead, simbol bahasa sangat berarti karena tiap individu akan dapat mendengar dirinya tanpa mengetahui gestur yang dia lakukan. Yang kita katakan akan dapat mempengaruhi diri kita sendiri ataupun orang lain. Misalnya, dalam sebuah ruangan terdapat tiga orang. Sebut saja mereka A, B, dan C. Saat A mengatakan sesuatu namun tidak ada respon, dia mulai merasakan ketiadaan respon itu sehingga dia mencoba menjelaskan ulang apa yang dia maksud ketemannya. Di sini A bisa membaca dirinya melalui respon orang di sekitarnya. Begitupun ketika B merespon untuk bertanya maksud dari ucapan si A.
Menggunakan simbol bahasa berarti mengharuskan kita untuk mengetahui atau memiliki bahasa yang sama. Mengapa demikian? Karena simbol identik dengan respon yang sama. Contoh, “Buang kertas itu ke ujung Barat kelas!” Orang yang mendengarkan instruksi itu akan membuangnya ke tempat yang sama.
Namun mind memiliki fleksibilitas dari pemikiran. Maksudnya adalah ketika simbol tidak dapat dimengerti oleh lawan bicara, pasti lawan bicara akan mencoba menerka-nerka apa yang dimaksudkan dalam pembicaraan itu sehingga tetap ada interaksi walaupun mungkin respon yang akan dilakukan akan sedikit terhambat.
Konsep tentang mind sangat penting bagi Mead karena tiap perbuatan yang kita lakukan akan memiliki arti jika mind kita dapat kita tempatkan dalam diri orang lain. Hal ini akan membuat kita mudah untuk menafsirkan pikiran dengan tepat.
B. Self
Self memiliki sifat dinamis. Self berada di luar diri individu namun tetap berinteraksi dengan dunia luar. Self sendiri dibagi menjadi tiga macam yaitu:
1. Play stage (tahap bermain)
Tahap ini merupakan tahap awal di mana anak mulai melakukan imitasi peran orang-orang yang ada di sekitarnya. Misalnya anak perempuan mengambil peran dalam bermain menjadi seorang ibu. Begitupun dengan anak laki-laki yang mengambil peran untuk menjadi seorang  ayah. Dalam tahap ini kadang juga anak meniru peran lain dalam bermainnya. Seperti pura-pura jadi guru, dokter, perawat, polisi, dan lain sebagainya.
Dalam tahap ini anak belajar bertingkah laku sesuai dengan harapan orang lain dalam status tertentu. Walau pada tahap ini masih merupakan tahap bermain di mana anak belum benar-benar memiliki peran yang harus dia pertanggungjawabkan.
2. Game stage (tahap pertandingan)
Pada tahap ini anak mulai memiliki statusnya dan mulai memikirkan status orang lain. Contonya adalah seorang anak yang dalam regu sepak bolanya berperan menjadi penjaga gawang. Dia sudah memiliki tanggung jawab atas perannya dalam regu ini sehingga dia harus menjaga gawangnya dengan serius. Namun di sisi lain dia juga harus mengerti posisi anggota satu regunya. Dia harus tahu posisi teman-temannya saat itu untuk mencapai tujuan mereka bersama yaitu kemenangan. Tidak bisa ketika musuh mendekat si penjaga gawang takut dan meminta sayap kanan untuk menggantikannya sebagai penjaga gawang. Karena di sini peran sudah di bagi dan tentu dengan pembagian peran tersebut akan menimbulkan pembagian kerja atau tugas. Contoh lain adalah saat dia menjadi penyerang. Dia sadar betul perannya apa dan tugasnya apa. Namun dia juga harus tahu peran dan tugas teman-teman satu regunya. Misalkan, dia tidak boleh mengoper bola jika teman sedang diawasi ketat atau saat berada dibatas off side.
Dalam tahap ini anak belajar melihat orang banyak dan sesuatu yang impersonal yaitu aturan dan norma yang berlaku di sana. Di sini anak dituntut untuk memahami peran dirinya sendiri dan peran orang lain.
3. Generalized other
Generalized other merupakan harapan-harapan, standar umum, kebiasaan yang berlaku pada tempat tersebut.
Generalized other yang menerangkan the general cultural norms and values shared by us and others that we use as a point of refrence in evaluating ourselves. (Rachmad K. Dwi Susilo: 2008: 73)
Dalam tahap ini anak dituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Contohnya, di daerah A anak perempuan sudah terbiasa dengan mencuci piring dan menyapu halaman karena dalam masyarakat itu terdapat generalized other yang menyatakan bahwa membatu orang tua itu baik. Dalam tahap ini anak diajarkan untuk belajar norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat.
Jika kita membicarakan masalah konsep G H Mead tentang self, maka tidak akan lepas dari diskusi Mead tentang “I” and “me”. Jika kita lihat secara sepintas bisa kita lihat bahwa keduanya memiliki arti yang sama yaitu saya. Namun dalam diskusinya, Mead membedakan antara keduanya di mana jika kita mempelajari diri kita sebagai obyek, maka itu disebut dengan “me”. Sedangkan jika kita mempelajari diri kita sebagai subyek maka itulah “I”.
“I” lebih bersifat spontan, kreatif, tidak terorganisir, tidak terencanakan, tidak teramalkan, tidak dapat diperhitungkan. Sedangkan “me” merupakan tindakan yang dilakukan atas perhitungan atau pemikiran sebelumnya. Kesadaran “me” muncul setelah kita mengambil peran. Misalnya setelah kita membuang kulit pisang tidak pada tempatnya kemudian setelah melakukan itu baru berfikir apakah akan membahayakan orang atau tidak. Maka dari itu “me” merupakan kontrol sosial.
“I” and “me” tidak bisa seimbang satu dengan yang lain. Kebanyakan orang cenderung membuat salah satu dari keduanya untuk mendominasi dalam hidup mereka. Contohnya adalah seniman yang lebih mengembangkan “I” daripada “me”. Hal ini dikarenakan bagi seniman terkadang aturan itu membatasi kreatifitas. Sehingga dia tidak mau menerima “me” bahkan memberontak “me” karena jika dia mengikuti “me” akan ada norma atau aturan yang membatasinya. Begitupun tokoh agama yang lebih memilih mengembangkan “me” daripada “I” karena menurutnya aturan agamalah yang akan membahagiakan hidupnya. Terlebih aturan agama telah berbaur dengan masyarakat.

C. Society
Untuk masalah masyarakat atau society dalam buku yang saya baca, Mead tidak begitu mengembangkannya. Mead hanya melihat masyarakat secara kecil dan menganggap lembaga organisasi hanyalah merupakan respon yang biasa saja atas tingkah laku masyarakat. Mead hanya menyatakan bahwa masyarakat ada sebelum ada individu dan proses mental atau proses  berfikir terbentuk dari masyarakat. Jadi, bagi Mead pola interaksi dan institusi sosial itu hanya merupakan respon yang biasa terjadi dalam masyarakat.
Jadi, pada dasarnya Teori Interasionisme Simbolik adalah sebuah teori yang mempunyai inti bahwa manusia bertindak berdasarkan atas makna-makna, di mana makna tersebut didapatkan dari interaksi dengan orang lain, serta makna-makna itu terus berkembang dan disempurnakan pada saat interaksi itu berlangsung.


Wednesday, 14 January 2015

Faktor Psikologis Salah Satu Penyebab Masalah Sosial

Tugas ISD #10 Faktor Psikologis Penyebab Masalah Sosial
Masalah Sosial
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : keharusan makan, kependudukan, mempertahankan diri, dll.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dll.

Masalah sosial yang berasal dari faktor psikologis
Masalah sosial bisa timbul oleh karena faktor psikologis, seperti kebingungan, disorganisasi, penyakit syaraf dan sebagainya. Dikatakan demikian oleh karena faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan manusia atau warga masyarakat tidak mampu untuk berpikir dan bertindak secara wajar.
a. Aliran Sesat
Aliran sesat adalah aliran yang menyimpang dari norma keagamaan itu sendiri, meskipun mereka menganggap semua hal yang mereka yakini itu adalah suatu kebenaran, tapi pada kenyataannya mereka tetaplah salah. Mereka tidak mengakui Tuhan sebagai pencipta dari segala yang ada di jagad semesta ini, melainkan mereka mentuhankan hal-hal yang tidak masuk diakal seperti patung, pohon, benda-benda antik dan sebagainya. Tapi diantara beberapa aliran sesat tersebut ada yang mengakui Tuhan itu ada, tapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan tata cara agama yang telah ada sebelumnya, sehingga meskipun mengakui adanya Sang Maha Pencipta, namun tetap saja pelaksanaannya salah dan dapat dikategorikan menyimpang. Hal itulah yang memicu banyaknya penyimpangan sosial lain, baik berupa tindak anarkis ataupun asusila. Hal ini dikarenakan dalam beberapa ajarannya, aliran sesat ini biasanya membebaskan para pengikutnya untuk berbuat sesuatu yang melebihi norma dan kewajaran, seperti pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, penganiayaan, dan lain sebagainya.
Hal yang mendasari terjadinya aliran sesat
Dengan makin berkembangnya teknologi komunikasi selain berdampak positif hal ini serta-merta membawa dampak negatif juga, yaitu mudah masuknya hal-hal yang menyimpang dari negara lain yang kemudian masuk kenegara kita dengan leluasa. Meskipun pemerintah negara kita telah berupaya memfilter hal negatif ini, namun hal negatif ini terlalu besar jumlahnya dan filter pemerintah tersebut hanya bisa menyaring sebagian, tidak seluruhnya. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab utama maraknya hal-hal negatif dinegara kita ini, terutama aliran sesat sendiri. Selain melalui teknologi yang canggih, kecenderungan aliran sesat ini juga timbul akibat dampak langsung dari era globalilsasi yang semakin bergejolak dinegara berkembang ini. Berbagai macam budaya masuk, dan budaya yang masuk melalui berbagai cara itu pun tanpa difiltrasi ulang oleh setiap orang kemudian diadopsi dan dijadikan sebuah gaya hidup dan kebutuhan. Terlebih anak muda, yang biasanya jika ada hal baru selalu tidak pernah mau ketinggalan. Itu mengapa aliran sesat ini mayoritasnya menjangkit kaum-kaum muda bangsa ini.
Cara Mengatasinya
Aliran sesat ini mudah sekali menyerang kaum muda, terutama yang imannya selalu goyah. Maka dari itu hal yang paling pertama adalah dengan meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan, di Indonesia ini ada 5 agama yang telah diakui kebenarannya Katolik,Islam, Hindu, Budha, dan Kristen, ke-5 agama itu baik, agama tersebut yang menjadi simbol iman kita terhadap Sang Pencipta maka agama dan iman itu yang akan membentengi kita dari hal-hal menyimpang dan sesat, maka rajin lah untuk berdoa atas keyakinanmu, pahami dan perdalam ilmu keagamaanmu itu. Selain dari iman dan diri sendiri, peran orang tua dan lingkungan terdekat adalah hal yang ampuh untuk membentengi seseorang dari penyimpangan dan kesesatan. Kita harus bisa menjaga lingkungan sekitar kita agar tidak terjerumus kedalam kesesatan dan penyimpangan, kita harus bisa saling bertoleransi dan mengingatkan satu dengan yang lain, meskipun misalnya kita berbeda keyakinan. Tapi untuk saling mengingatkan tidak pernah ada yang namanya perbedaan. Orang tua juga harus selalu mengawasi dan membimbing anaknya agar dia menyadari mana hal baik dan buruk agar tidak tersesat dijalur yang salah.

b. Penyakit Saraf
Sistem Saraf adalah sistem organ pada makhluk hidup yang terdiri dari jutaan serabut saraf yang terdiri dari sel-sel saraf yang saling terhubung dan esensial untuk persepsi sensoris indra, involunter organ atau jaringan tubuh, aktivitas motorik volunter, dan homeostasis berbagai proses fisiologis tubuh pada makhluk hidup. Sistem saraf terdiri dari jaringan yang rumit dan paling penting karena terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling terhubung dan vital untuk perkembangan bahasa, pikiran dan ingatan pada makhluk hidup terutama manusia.
Meski jaringan syaraf dilindungi oleh tengkorak dan tulang yang keras, Gangguan Sistem Saraf pada Manusia tetap bisa terjadi. Gangguan tersebut sangat beragam, tergantung jenis penyebabnya. Namun secara umum, penyebab gangguan pada sistem saraf bisa disebabkan karena benturan (trauma) benda-benda keras, paparan bahan kimia, toksikasi virus atau bakteri dan adanya radang yang disebabkan oleh regenerasi sel saraf itu sendiri.
Penyebab Gangguan Saraf
Adapun Gangguan Sistem Saraf pada Manusia yang sering terjadi adalah sebagai berikut:
  1. Stroke: Kerusakan otak akibat pecah/tersumbatnya pembuluh darah dalam otak, sehingga saraf tidak cukup oksigen akibatnya sel saraf mati dan penderita mempunyai masalah dengan pengucapan, gerakan, ingatan.
  2. Hidrocephalus : Pembesaran kepala akibat  penimbunan secara aktif cairan otak dalam bilik otak
  3. Neuritis : Radang saraf tepi karena pukulan, tekanan, patah tulang, defisiensi vitamin B
  4. Alzheimer : Penyakit kehilangan kemampuan untuk peduli terhadap diri sendiri
  5. Epilepsi : Penyakit yang menyerang pada neuron motorik dan sensorik secara berulang sehingga menimbulkan kontraksi otot berulang tanpa disadari
  6. Gegar otak : Penyakit yang disebabkan oleh benturan. Benturan ringan menyebabkan pusing dan muntah sedang benturan berat menyebabkan muntah dan pingsan
  7. Meningitis : Peradangan Meningitis yang akut oleh bakteri
  8. Sifilis : Infeksi bakteri pada otak yang dapat menyebabkan hilangnya daya berpikir, ingatan, gangguan berbicara dan kelumpuhan
  9. Amnesia : Kondisi ingatan penderita terganggu dikarenakan kerusakan pada otak karena benturan, suatu penyakit, guncangan batin dan trauma

Setelah mengetahui beberapa Gangguan Sistem Saraf tersebut diatas, kehati-hatian untuk menjaga sistem syaraf harus ditingkatkan. Karena kesehatan tentu sangat penting agar kehidupan tetap bisa berjalan dengan normal.

Puisi Kehidupan Sosial : "Remaja Tidak Pintar, Kata Mereka "

Khairunnisa (15114845)
Ilmu Sosial Dasar, Tugas #9 Puisi Mengenai “Kehidupan Sosial”

“Remaja Tidak Pintar” Kata Mereka (Masyarakat)

Sekarang saya pernah
Sebelumnya saya tidak pernah menjadi salah satu orang yang sering mengemukakan pendapat
Tapi ketika masalah saya terasa diusik, itu mengganggu tidur saya
Sangat terlihat jelas oleh saya
Masyarakat telah menjadikan suatu hal yang biasa saat meremehkan remaja

Apakah ini masalah?
Mungkin saja hanya saya,
Tapi apakah anda percaya atau tidak terhadap pendapat saya
Dan apa yang saya pikirkan saya beranggapan itu sebagai suatu masalah

Sering
Saya melihat apa yang saya lihat
Membentuk pendapat saya sendiri
Itu hanya saya
Tapi cukup tentang dia
Orang yang suka mengkritik remaja
Dengan pikiran yang jauh dari bersih

Semua yang saya coba untuk katakan adalah,
Mimpi remaja, harus dipercaya
Meskipun sepertinya mereka tidak peduli
Karena lebih baik sedikit daripada tidak
baik secara fisik atau mental.
Tetapi yang terakhir dari dua itu, Apakah kon-sis-ten?

Mengejek mereka gemuk, menyuruhnya pergi
Mengatakan mereka tukang ngobrol
Mengejek bahwa mereka semakin gemuk
Menanyakan apa masalahnya ketika ia berbicara?!
Kembali kepada Anda, Bagaimana dengan sikap etika anda?!
Yaah aku melihat kembali pada diri Anda
Kurangnya dalam Anda
Kualitas
Karena pemecatan ini ditujukan untuk Anda
Sebagai orang tua

Ohh, Anda telah mengirim satu kasus pengadilan
Maaf, saya menghabiskannya untuk balap motor
Seperti sekarang, bagaimana saya berjudi
Pendapat saya menjadi masyarakat berantakan
Meskipun ini terlalu banyak melantur
Lain kali saya akan berusaha mengontrol diri

Tapi Dengarkanlah Remaja
Pahami apa yang kami Maksud
Untuk mencapai mimpi Kami, Remaja!

Percaya kami.

Tuesday, 13 January 2015

Konflik Sosial Di Masyarakat Terkini

Ilmu Sosial Dasar, Tugas #8

Konflik Sosial Di Masyarakat
“Aksi Mahasiwa Terkait Penolakan Kenaikan Harga BBM!”


Aksi menolak kenaikan harga BBM berlangsung di depan Kantor Kementrian ESDM kawasan Monas, Jakarta Pusat. Karena ketatnya penjagaan polisi, pendemo yang tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini memindahkan aksi di depan Istana Merdeka bersama pendemo lain yang sudah lebih dulu tiba.
Para pendemo juga membakar foto Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla karena dinilai telah mengkhianati rakyat.
Hal itu disebabkan partai pengusung Jokowi-JK sebelumnya menolak menaikkan harga BBM. Meski berlangsung siang hari dan melewati batas waktu unjuk rasa, tidak satu pun terlihat aksi ini dijaga polisi.
Meskipun demikian, para pendemo tidak peduli dan tetap saja melakukan orasi sehingga kemacetan pun tak terhindarkan, para pengguna jalan pun tak bisa memprotes aksi para mahasiswa tersebut.

Dalam aksi damai ini, para pendemo meneriakkan keberatan mereka terkait kenaikan harga BBM yang mulai berlaku hari Selasa. Polisi yang mengawal ketat aksi ini sempat mengalihkan arus lalu lintas di depan Istana Negara karena sempat terjadi kemacetan.

Tuesday, 18 November 2014

Wawancara "Kesenjangan Sosial"

Mewawancarai Pengemis Jalanan

Depok - Pengemis tunanetra pak Abidin bersama anaknya Zainal
Depok, 18 November 2014 – Bapak Abidin seorang pengemis jalanan tunanetra bersama anaknya zainal yang telah menjalani kehidupannya sebagai seorang minta-minta hampir selama 20 tahun. Zainal adalah putra kedua dari pak Abidin yang selalu menemani bapaknya mengelilingi daerah Beji Depok untuk meminta-minta. Alasan pak Abidin melakukan ini adalah karna ekonomi keluarga yang kurang memadai dan tuntutan sebagai kepala keluarga. Pak Abidin juga tidak mencoba pekerjaan yang lain karna keadaannya yang tidak bisa melihat serta kondisi badan yang tak lagi maksimal. Zainal sebagai anak laki-laki yang paling tua pun merasa bertanggung jawab untuk membantu Bapaknya mencukupi kebutuhan keluarga dengan menuntun pak Abidin berkeliling dijalan-jalan raya. Pak Abidin telah menjadikan kegiatan ini sebagai rutinitas hariannya yang dimulai dari jam 7 pagi hingga jam 3 sore dengan penghasilan yang tidak seberapa.

Ulasan :

Dari yang saya tau bahwa gelandangan, pengemis dan anak jalanan adalah kelompok yang masuk dalam kategori kemiskinan inti (core of poverty) di perkotaan. Menangani kelompok ini sama halnya mencoba menangani masalah kemiskinan yang tersulit. Kelompok gelandangan, pengemis dan anak jalanan merupakan kelompok khusus yang memiliki karakteristik dan pola penanganan khusus, terutama berkaitan dengan mentalitas dan tata cara hidup mereka yang sedikit banyak sudah terkontaminasi budaya jalanan. Inilah sebabnya, sebagai misal, kenapa pengistilahan Jakarta di kalangan ilmuwan sosial bukan disebut dengan kota, tapi lebih sering disebut ‘Kampung Besar’, mengingat perilaku orang di dalamnya yang lebih mencerminkan orang kampung.

Solusi :

1. Agar pemerintah lebih memperhatikan kelangsungan hidup masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan.
2. Agar pengusaha-pengusaha membukakan lapangan kerja untuk masyarakat yang pendidikannya kurang menunjang kelangsungan hidup mereka.
3. Agar msyarakat mau berusaha dengan lebih keras dan giat lagi.
4. Sebelum anda memberi bayangkan seorang karyawan yang bekerja keras untuk mendapatkan pekerjaannya, di bandingkan seorang pengemis yang hanya duduk dan menanti menadahkan tangan mendapatkan uang yang lebih besar.

Monday, 17 November 2014

Mencari Berita Mengenai "Penduduk" Disertai Opini

Khairunnisa (15114845) – 1KA25
Ilmu Sosial Dasar, Tugas #4

1. Masalah kependudukan
  •          Manfaat Jokowi Membentuk Kementerian Kependudukan

Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo berencana membentuk Kementerian Kependudukan. Cara kerja kementerian ini sangat detail. Pada tahap awal, kementerian ini akan melakukan pemetaan data kependudukan. Kemudian dilakukan beberapa national review yang berbasis pada satu data base bersama. Misalnya review angka dan kantung-kantung penduduk miskin dengan menggunakan basis daya yang sama. 

Lalu akan dibentuk Badan Kependudukan, Badan Kependudukan dibentuk dengan memisahkan bagian kependudukan dari BKKBN, dan Ditjen Adminduk di Kementerian Dalam Negeri. Tugas badan ini melakukan administrasi kependudukan manusia Indonesia dari lahir sampai meninggal, data penduduk miskin, tingkat ekonomi, tingkat pendidikan penduduk, sebaran penduduk. Badan Kependudukan juga memiliki kewenangan serta kewajiban mendata, menyimpan, memelihara dan menjaga kerahasiaan data dari program e-KTP.

  •          Komentar

Selama ini, indikator terkait angka kemiskinan yang dipakai oleh kementerian sering berbeda, seperti data penduduk miskin untuk program satu dengan program lainnya sering berbeda, maka dari itu dengan adanya Kementerian Kependudukan diharapkan bisa mengatasi persoalan tersebut.
Senada dengan Tim Transisi, Tim Pakar dan Kelompok Kerja Seleksi Menteri juga lebih baik melakukan pembentukan Kementerian Kependudukan. Minimal bisa membentuk Badan Kependudukan, yang berfungsi membuat analisa dan memberikan saran kepada Presiden dalam mengambil kebijakan. Sehingga upaya pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup, termasuk bantuan BLT tepat sasaran.
Bila dibentuk Kementerian Kependudukan ini pasti akan menjadi lebih baik, lebih terstruktur dan meminimalkan terjadinya kesalahan pendataan karna hanya menggunakan satu database. Dengan akan dibentuknya Kementerian Kependudukan ini, kemungkinan pendataan penduduk Indonesia akan menjadi lebih baik dan lebih fokus.

2. Masyarakat

·         Interaksi  sosial
Individu dengan kelompok :
-     dosen yang mengajar dikelas dengan mahasiswa
-     pemimpin kelompok dengan anggotanya
-     presiden yang berpidato dengan rakyatnya
Individu dengan individu :
-     pelayan rumah makan dengan pelanggannya
-     ibu dengan anaknya
-     seorang kasir yang melayani pembayaran pembelinya
Kelompok dengan kelompok :
-     di lapangan sepak bola ada 2 tim yang sedang bertanding
-  di dalam acara perlombaan masak, terdapat beberapa tim yang diikut sertakan
-     tawuran antara 2 kubu pelajar

·         Status sosial
Terdapat 3 jenis status sosial yang bisa didapat dalam masyarakat, yaitu:
-    Ascribed status, kedudukan yang diperoleh secara otomatis tanpa usaha, status ini diperoleh sejak lahir. Contoh : jenis kelamin, gelar bangsawan, keturunan.
-       Achieved status, kedudukan diperoleh seseorang karna kesengajaan.
Contoh : mahasiswa yang kuliah untuk mendapat gelar S1, dokter, guru, insinyur, camat.
-   Assigned status, kombinasi dari perolehan status secara otomatis dan melalui usaha. Status ini diperoleh melalui penghargaan atau pemberian dari pihak lain, atas jasa perjuangan sesuatu untuk kepentingan atau kebutuhan masyarakat.
Contoh : gelar Kepahlawanan, gelar pelajar teladan.