Saturday, 14 November 2015

Softskill Bahasa Indonesia : "CONTOH ABSTRAK PENULISAN KARYA ILMIAH"

CONTOH ABSTRAK PENULISAN KARYA ILMIAH

JUDUL
ABSTRAK
LEMBAR PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
BABI. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
1. Tujuan Penulisan
2. Manfaat Penulisan
BAB II. KAJIAN TEORETIS DAN METODOLOGI PENULISAN
A. Kajian Teoretis
B. Kerangka Berpikir
C. Metodologi Penulisan
BAB III. PEMBAHASAN (judul sesuai topik masalah yang dibahas)
A. Deskripsi Kasus
B. Analisis Kasus
BAB IV KESIMPULAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN (termasuk sinopsis gambaran umum perusahaan yang ditulis)


BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Memuat fakta-fakta atau sebab yang relevan sebagai titik tolak dalam merumuskan masalah penulisan dan mengemukakan alasan penentuan masalah. Penulis dapat mengutip/mengemukakan pendapat para ahli, berita melalui media massa, peraturan perundang-undangan yang mendukung terhadap fakta atau fenomena yang akan ditulis. Setiap peraturan dan perundang-undangan yang dikutip tidak ada catatan kaki, sedangkan pendapat para ahli, berita melalui media massa harus disertai catatan kaki.

B.     Perumusan Masalah

Menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin dicari jawabannya. Perumusan masalah merupakanpertanyaan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang dibahas, diakhir pertanyaan harus memberikan tanda tanya (?).

C.    Tujuan dan Manfaat

a. Tujuan Penulisan: Menyebutkan secara spesifik maksud yang ingin dicapai dalam penulisan.
b. Manfaat Penulisan: Kontribusi hasil penulisan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


BAB II KAJIAN TEORETIS DAN METODOLOGI PENULISAN

A.    Kajian Teoretis

Pemaparan beberapa teori ilmiah dan temuan-temuan lain yang dianggap perlu dan relevan dengan pokok masalah Setiap teori yang dikutip harus disertai penjelasan dan komentar penulis tentang kaitan teori tersebut dangan masalah. Sedangkan pada akhir dari semua teori-teori yang dikutip, penulis harus memunculkan sebuah kesimpulan terkait dengan permasalahan.

B.     Kerangka Berpikir

Argumentasi penulis yang didasari pada teori-teori ilmiah yang telah dikemukakan dimuka. Penelitis harus menjelaskan suatu alur kerja atau saling keterkaitan antar indikator dengan permasalahan yang dibahas. Peneliti dapat untuk mengungkapkannya dapat menggunakan bantuan skema atau bagan penjelasan.

C.    Metodologi Penulisan

1. Tempat dan waktu: jelaskan tempat/lokasi observasi dengan menyebutkan nama perusahaan serta alamatnya, kemudian sebutkan waktu observasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh masing-masing program studi.
2. Metode :
a. Sebutkan nama metode yang digunakan (misalnya: metode deskriptif analisis).
b. Teknik pengumpulan data (misalnya: wawancara, observasi, menggunakan kuesioner).
c. Teknik Analisis Data (misalnya: memakai rumus statistik, rumus keuangan, atau model analisis lain seperti SWOT, EOQ, EVA, ABC).


BAB III PEMBAHASAN (judul bab ini harus sesui dengan topik yang diangkat)

A. Deskripsi Kasus

Mengidentifikasi kasus-kasus yang terdapat pada perusahaan (sesuai dengan kekhususan bidang ilmu penulis). Kasus yang diidentiftkasi di mulai dengan kasus sederhana sampai pada kasus kompleks dan rumit sesuai dengan urgensi fenomena yang diangkat pada perumusan masalah. Kasus yang diangkat merupakan kasus yang ditemukan di perusahaan dan penulis terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan pihak perusahaan (guna menjamin kesahihan kasus). Kasus-kasus yang bersifat rahasia tidak disarankan untuk dibahas oleh penulis. Kasus yang diangkat dapat berupa point-point uraian penjelasan atau berupa tabel, diagram dan sebagainya.

B. Analisis Kasus

Penulis melakukan pengkajian terhadap kasus yang dipilih sesuai urgensi permasalahan dan berusaha mengkaitkan dengan konsep teori dan temuantemuan lain yang dianggap perlu. Untuk mendapatkan solusi/pemecahan terhadap kasus yang dibahas, penulis dapat juga menggunakan model-model analisis seperti analisis SWOT, EOQ dan sebagainya sesuai kebutuhan.


BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


Peneliti harus meyimpulkan hasil temuan dari analisis kasus dalam bentuk pointpoint penting secara jelas dan tepat (tidak boleh menulis simpulan diluar kasus yang dianalisis). Berangkat dari kesimpulan tersebut penulis memberikan saran-saran yang berguna terkait dengan kasus yang telah dianalisis (untuk jangka pendek, menengah dan panjang) terutama ditujukan kepada perusahaan yang ditulis dan kegunaannya bagi perkembangan IPTEK. Pada bab ini antara Kesimpulan dan Saran masing-masing dijadikan sub-bab tersendiri.

Softskill Bahasa Indonesia : "KUTIPAN"

KUTIPAN

Kutipan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah peneliti mengambil kutipan sesuai dengan sumber aslinya. Kutipan yang tidak lebih dari tiga baris diketik dua spasi dengan cara memberikan tanda petik diantara teks yang dikutip dan diberi nomor kutipan. kutipan yang menggunakan istilah atau bahasa asingdicetak miring dan diberi nomor kutipan. Ini dapat dilihat pada contoh berikut :

Menurut Hawkins, Best dan Cooney mengemukakan pengertian sikap bahwa :“Attitude
is an enduring organizational, emotional, perceptual an cognitive process with respect to
some aspect environmental (Sikap adalah suatu organisasi yang bertahan lama dari motivasi, emosi, persepsi, dan proses kognitif dengan menghargai beberapa aspek lingkungan)”1.

Sedangkan kutipan lebih dari tiga baris diketik satu spasi dan ditempatkan dalam alinea tersendiri. Adapun ketukan baris pertama dan seterusnya sebanyak 7 ketukan.
Hal Ini dapat dilihat pada contoh berikut :

Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa kelebihan metode diskusi adalah :
1. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan bukan satu jalan.
2. Menyadarkan anak didik bahwa dengan diskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang baik.
3. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri dan membiasakan bersikap toleran”2.


Sedangkan kutipan tidak langsung adalah peneliti menggambarkan suatu teori berdasarkan sumber kutipan.

Softskill Bahasa Indonesia : "PERENCANAAN PENULISAN KARANGAN ILMIAH"

PERENCANAAN PENULISAN KARANGAN ILMIAH
ü   Pemilihan Topik
Memilih topik berarti memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan. Topik itu dapat diperoleh dari berbagai sumber yakni; pengalaman, pengamatan, pendapat dan khayalan. Topik-topik karya ilmiah banyak yang bersumber pada pengamatan, pengalaman dan penalaran.
Istilah topik sering dikacaukan dengan tema. Topik adalah medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Tema adalah pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Tema sifatnya masih hipotesis yang masih hipotesis yang masih memerlukan pembinaan atau penolakan dengan cara penelitian.
Dalam memilih topik karya ilmiah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan,yaitu :
a. topik yang akan dipilih hendaknya menarik untuk dikaji
Dalam memilih topik karya ilmiah, sebuah topik akan dikatakan menarik apabila,
- merupakan masalah yang menyangkut persoalan bersama
- merupakan jalan keluar dari suatu persoalan yang tengah dihadapi
- mengandung konflik pendapat
- masalah yang di kaji hendaknya dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan
- topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit
- topik yang di pilih sesuai dengan minat dan kemampuan penulis
- topik yang di kaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau yang berkaitan dengan profesi.

b. pembatasan topik
Seorang penulis harus membatasi topik yang akan digarapnya. Setiap penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit dan terbatas atau sangat khusus untuk digarap, sehingga tulisannya dapat terfokus.
Pembatasan topik sekurang-kurangnya akan membantu pengarang dalam beberapa hal:
- pembatasan memungkinkan penulis untuk menulis dengan penuh keyakinan dan kepercayaan, karena topik itu benar-benar diketahuinya.
- pembatasan dan penyempitan topik akan memungkinkan penulis untuk mengadakan penelitian yang lebih intensif mengenai masalahnya. Dengan pembatasan itu penulis akan lebih mudah memilih hal-hal yang akan dikembangkan.
Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut:
- tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
- mengajukan pertanyaan, “Apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut?”. Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
- tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
- mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.
Dengan demikian dilakukan secara berulang sampai diperoleh sebuah topik yang sangat khusus dan cukup sempit.

ü   Pemilihan Judul
Pemilihan topik atau lebih konkritnya judul, akan menggambarkan tingkat kedalaman dan cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas. Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan digarap.
Secara umum, kriteria judul yang baik adalah :
- topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual secara akademik dan secara praktis.
- belum banyak diteliti orang lain. Kalaupun sudah ada penelitian lain, studi ini mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian.
- diungkapkan dalam kalimat yang simpel, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas independent variable dan dependent variable-nya.
- judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema yang akan diteliti.
- sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus persoalan yang dikaji. Dalam kaitan ini, harus dihindari ungkapan/kalimat yang mengesankan bersifat snob/bombastis.

ü   Penentuan Tujuan Penulisan
Menetapkan tujuan hanyalah sebatas menentukan apa yang Anda ingin agar pembaca Anda tahu atau dapat lakukan setelah mereka selesai membaca laporan atau tulisan Anda. Namun Anda harus seksama; sering kali penulis menyatakan tujuan yang terlalu luas sehingga tidak ada gunanya. Tujuan menulis seperti “Untuk melaporkan tempat-tempat yang berpotensi bagi pembangunan pabrik baru”, terlalu umum dan tidak akan ada gunanya. Namun “Menghadirkan kelebihan-kelebihan Chicago, Minneapolis, dan Salt Lake City sebagai lokasi yang berpotensi bagi pembangunan pabrik baru sehingga atasan dapat memilih lokasi yang terbaik” akan memberikan Anda sebuah tujuan yang dapat menuntun Anda dalam seluruh proses penulisan.

ü   Penentuan Kerangka Karangan
Kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.
Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.
Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.
Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih. Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian mana topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian tadi.
Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu.
ü   Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah
Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh guru atau anak didik adalah menulis karya ilmiah. Salah satu masalah utamanya adalah mereka kurang memahami langkah-langkah menulis karya ilmiah. Mereka selalu mengatakan bahwa menulis karya ilmiah itu sangat sulit dan tidak mungkin dapat mereka lakukan. Hal ini ada banyak hal yang menyebabkannya. Mereka selalu mengeluhkan bahwa langkah-langkah menulis karya ilmiah sangat sulit dan tidak mendukung keinginan menulis yang mereka miliki.
Oleh karena itulah, maka seharusnya ada rujukan yang jelas mengenai langkah langkah menulis karya ilmiah. Hal ini untuk memberikan kesempatan guru dan anak didik berperan dan mengembangkan kemampuan langkah menulis karya ilmiah ini, maka mereka mempunyai arah yang jelas dalam proses penulisannya. Mereka tidak perlu lagi meraba-raba tentang bagaimana menulis karya ilmiah tersebut.menulisnya secara maksimal.
Langkah-langkah menulis karya ilmiah yang ada memang sangat bermanfaat bagi para guru dan anak didik, sehingga mereka dapat berlatih menulis secara intens. Hal ini karena dengan langkah-langkah yang jelas, maka setidaknya segala aspek yang dibutuhkan dalam kepenulisan dapat terpenuhi.
Dengan mengikuti langkah-langkah menulis karya ilmiah ini, maka setidaknya penulis dapat menerapkan metode yang benar dalam menyusun karya ilmiah. Bahwa dalam menulis karya ilmiah, Anda harus menerapkan konsep metode ilmiah.
Bahwa dalam sebuah proses pembelajaran, ada salah satu tujuan agar anak didik mempunyai kompetensi khusus. Untuk mendapatkan kompetensi khusus tersebut, maka guru memberikan tugas penelitian dan atau pengembangan berdasarkan langkah-langkah menulis karya ilmiah.
Penelitian adalah kegiatan penyelidikan yang dilakukan sesuai metode ilmiah yang sistematis untuk menemukan informasi ilmiah, membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran hipotesis sehingga merumuskan teori baru.
Sementara pengembangan adalah kegiatan guru atau anak didik dalam rangka pengamalan ilmu untuk peningkatan kualitas, baik proses belajar, profesionalisme atau untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan bagian dari langkah langkah menulis karya ilmiah.
Metode ilmiah penelitian dan pengembangan menulis karya ilmiah adalah suatu cara untuk pelaksanaan secara sistematis dan objektif yang mengikuti langkah-langkah menulis karya ilmiah sebagai berikut :
1. Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan
Ini merupakan langkah langkah menulis karya ilmiah yang pertama, yaitu melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian.
2. Menyusun hipotesis
Langkah langkah menulis karya ilmiah yang kedua adalah menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian.
3. Menyusun rancangan penelitian
Selanjutnya Anda menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.
4. Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan
Ini langkah keempat dari langkah langkah menulis karya ilmiah yang merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan objek penelitian.
5. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
Setelah melakukan percobaan atas objek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap objek percobaan yang dilakukan tersebut. Apa yang terjadi pada objek penelitian. Ini merupakan langkah langkah menulis karya ilmiah yang kelima.
6. Menganalsis dan menginterpretasikan data
Langkah langkah menulis karya ilmiah keenam, yaitu mengenalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.
7. Merumuskan kesimpulan dan atau teori
Langkah ketujuh dari langkah langkah menulis karya ilmiah adalah merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap objek penelitian.
8. Melaporkan hasil penelitian

Langkah terakhir dari langkah langkah menulis karya ilmiah adalah melaporkan hasil penelitian. Dan, langkah inilah yang sesungguhnya merupakan proses penulisan karya ilmiah. Dengan langkah ini, maka guru atau anak didik dapat menyusun sebuah tulisan atau karya tulis ilmiah yang akan memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas personal.

Friday, 13 November 2015

Tugas Percakapan TOU 2

Tugas Percakapan TOU 2

Tema               : “Pameran Indocomtech”

Kamis, 29 oktober 2015, didalam kelas
Nisa       : man, kamu tau Indocomtech?
Manda  : itu apa nis? seminar?
Nisa       : bukan, setau aku Indocomtech itu pameran teknologi, banyak barang-barang yang dijual murah kayak hp, laptop, komputer.
Manda  : boleh tuh nis, aku juga kebetulan lagi mau nyari aksesoris buat komputer, laptop juga.
Nisa       : nah, aku juga mau beli barang-barang yang harganya miring tapi kualitasnya bagus.
Manda  : kita cuma berdua aja nih?
Nisa       : ajakin yang lain juga, mana tau kita gak perlu naik transportasi umum.
Manda  : itu ada dimas sama fauzi, kita tanyain ya.
(mendatangi dimas dan fauzi)
Manda  : eh dim, ji, kalian tau indocomtech?
Dimas    : kayaknya aku pernah dengar, pameran teknologi itu bukan?
Fauzi      : iya aku tau tuh, yang ada di JCC Senayan bukan?
Nisa       : nah iya, aku sama manda rencananya mau pergi kesana. mau ikut gabung gak?
Dimas    : boleh deh, laptop aku rusak mau ganti yang baru, sekalian coba cari disana. mungkin dapat yang harganya murah tapi bagus.
Fauzi      : aku juga mau ikut, pamerannya udah mulai dari tanggal 28 oktober kemarin. tutupnya tanggal 1 November nanti.
Manda  : Cuma 5 hari dong, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu. kita mau pergi kapan?
Dimas    : ambil hari yang kita libur kuliah saja, atau yang jadwalnya gak penuh.
Fauzi      : hari sabtu, selesai iLab kan dari pagi, nah selesai iLab kita langsung pergi.
Nisa       : Indocomtech bukanya dari jam berapa?
Fauzi      : dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam.
Manda  : oke, kalian ada kendaraan kan? jadi kita gak usah pakai transportasi umum, biar cepat.
Dimas    : iya ada, pakai mobil aku aja.
Fauzi      : Cuma berempat nih?
Nisa       : iya, kita berempat, takutnya kalau yang ikut banyak nanti Cuma jadi wacana aja.
Fauzi      : oke. aku dengar di indocomtech banyak ponsel android bagus yang diobral Rp 150.000
Dimas    : yang benar? android cina mungkin itu
Fauzi      : mungkin sih
Manda  : aku mau nambah RAM laptop, berapa kira-kira harganya ya? kalau ditempat biasa aku beli, yang 4GB harganya Rp 400.000
 Nisa      : mungkin disana bisa lebih murah man, aku juga mau deh, laptop aku udah lemot.
Dimas    : eh ini aku baru baca di internet, katanya disana ada lelang hp, laptop, sama aksesoris juga.
Nisa       : bisa jual atau tukar tambah gadget juga gak?
Dimas    : gak bisa, itu cuma pameran buat beli gadget aja. kalau kamu mau jual yaa ke mangga dua aja nis.
Nisa       : yahhh, masa aku harus ke mangga dua dulu baru ke indocomtech.
Fauzi      : beli baru aja nis disana, kan banyak yang murah sama yang diskon juga.
Manda  : harus bawa duit banyak nih buat persiapan haha
Fauzi      : eh iya jangan lupa bayar tiket masuknya Rp 15.000
Dimas    : bayar yaa, kalau pakai kartu mahasiswa gratis gak?
Manda  : kamu maunya yang gratisan aja mas
Nisa       : bayar dimas.
(tiba-tiba dosen masuk ke dalam kelas)
Nisa       : jadi kita pergi hari sabtu selesai iLab kan?
Dimas    : iya, dan cuma berempat aja, jangan tambahin yang lain lagi nanti Cuma jadi wacana.
Fauzi      :  oke.
Manda  : jangan lupa siapin duit yang banyak  juga yaa?

Nisa       : iya man, iya.

Wednesday, 11 November 2015

PENULISAN: "KOMUNIKASI"

Penulisan: "Komunikasi"
Komunikasi merupakan proses mengirimkan sinyal/pesan antara pengirim dan penerima melalui berbagai macam metode (bisa berupa tulisan, isyarat nonverbal, dan lisan). Komunikasi juga merupakan mekanisme yang kita gunakan untuk membangun dan memodifikasi hubungan.
Dalam berkomunikasi, kita harus mengetahui beberapa tahapan dasar komunikasi yang baik dan benar. Tahapan dasar ini sangat penting karna merupakan rangkaian utama dalam berkomunikasi, tahapan yang wajib kita ketahui. Beberapa tahapan dasar komunikasi tersebut, yaitu:
a. memiliki keberanian untuk mengatakan apa yang dipikirkan
Memiliki rasa percaya diri bahwa kita dapat memberikan sesuatu yang berharga dalam sebuah percakapan. Orang yang ragu untuk berbicara karena merasa pendapatnya tidak berharga tidak perlu takut. Apa yang penting atau berharga untuk seseorang mungkin tidak berlaku bagi orang lain dan mungkin lebih berharga bagi orang yang satunya lagi.
b. berlatih/ sering berkomunikasi
Mengembangkan kemampuan komunikasi yang baik dimulai dengan interaksi yang sederhana. Seperti berkomunikasi dengan keluarga atau kerabat dekat, dan mungkin orang yang baru saja kita kenal. Kemampuan komunikasi bisa dilatih setiap hari untuk interaksi sosial, setiap kali kita melakukan komunikasi, maka kita akan membuka diri terhadap berbagai kesempatan dan hubungan di masyarakat.
c. melakukan kontak mata
Apapun posisi kita, apakah itu sebagai pembicara atau pendengar, memandang mata orang lain yang sedang kita ajak bicara akan membuat interaksi menjadi lebih berhasil. Kontak mata menunjukkan ketertarikan dan membuat lawan bicara menjadi tertarik juga untuk berinteraksi.
d. gunakan bahasa tubuh/ gestur
Gestur atau bahasa tubuh ini adalah tangan dan wajah. Buatlah agar seluruh tubuh kita bicara.Dengan menggunakan bahasa tubuh yang lebih kecil untuk perorangan dan kelompok kecil. Sedangkan bahasa tubuh yang lebih besar digunakan saat menghadapi kelompok lawan bicara yang lebih besar.


e. jangan mengirimkan pesan yang campur aduk
Selaraskan antara kata-kata, bahasa tubuh/gestur, ekspresi wajah, dan nada suara. Misalkan saat kita menghukum seseorang sambil tersenyum akan mengirimkan pesan yang campur aduk dan tindakan ini tidak efektif. Jika kita ingin  mengirimkan pesan yang negatif, maka selaraskan kata-kata, ekspresi wajah, dan nada suara dengan pesan tersebut.
Dari tahapan dasar diatas, maka kita akan mendapatkan teknik dalam berkomunikasi yang efektif. Untuk menghasilkan komunikasi yang efektif, terdapat beberapa tips sederhana yang bisa digunakan :
1. Pastikan kita menggunakan tata bahasa yang tepat.
2. Miliki rasa percaya diri saat berbicara, tidak perlu risau dengan pendapat orang lain.
3. Gunakan volume suara yang sesuai dengan situasi percakapan.
4. Jangan memotong pembicaraan orang lain atau ikut berbicara saat orang lain bicara. Karna dapat merusak suasana percakapan. Pemilihan waktu adalah sesuatu yang penting.
5. Pembicara yang baik adalah pendengar yang baik.
6. Reaksi dari lawan bicara dapat memastikan apakah kita mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan.
7. Cobalah untuk berbicara dengan fasih dan pastikan orang lain bisa mendengar kita saat sedang berbicara.
8. Jangan terlalu sering memuji diri sendiri di depan lawan bicara.

Kesimpulannya, komunikasi yang baik dan efektif didasari dengan pembicara dan pendengar yang baik, harus saling memahami maksud dan tujuan serta topik yang sedang dibicarakan satu sama lain. Terdapat feedback, yaitu pembicara yang aktif dan pendengar yang aktif juga agar terjalin komunikasi yang lancar. Tidak lupa juga untuk melakukan salam perkenalan dan penutup untuk mengawali dan mengakhiri komunikasi.


Sunday, 8 November 2015

KOMUNIKASI

1.    Tuliskan pengertian komunikasi !
 Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan, informasi dari seseorang ke orang lain (Handoko, 2002 : 30).
2.    Jelaskan fungsi komunikasi !
Fungsi Komunikasi juga dibagi menjadi 4 Kerangka yakni :
1.              Komunikasi sosial
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi-diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.
2.      Komunikasi ekspresif
Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrument untuk menyampaikan perasaan-perasaan  (emosi) kita.
3.      Komunikasi ritual
Komunikasi rutual bertujuan untuk komitmen mereka kepada tradisi keluarga, komunitas, suku, bangsa, negara, ideology, atau agama mereka.
4.      Komunikasi instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum: menginformasikan, mengajak, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakan tindakan, dan juga menghibur.

3.    Sebutkan 3 contoh komunikasi verbal !
1.      Berbicara dengan seseorang
2.      Mendengarkan radio
3.      Membaca buku, majalah dan novel

4.      Apa yang dimaksud komunikasi bawah sadar ?
Komunikasi bawah sadar adalah penyampaian informasi antara manusia secara tidak sadar    

5.      Tuliskan tahapan komunikasi !
1.      Penginterpretasian, hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.
2.       Penyandian, pada tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encoder, alat penyandi: mengubah pesan abstrak menjadi konkret.
3.      Pengiriman, proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirim pesan.
4.       Perjalanan, pada tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.
5.      Penerimaan, pada tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.
6.      Penyandian balik, pada tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya (decoding).
7.       Penginterpretasian balik, pada tahap ini terjadi komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diuraikan dalam bentuk pesan.