Wednesday, 27 April 2016

Softskill Bahasa Indonesia 2 : "Penulisan Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah"

Karya Ilmiah
PEMBUATAN APLIKASI
PENGOLAHAN DATA INVENTARIS BERBASIS WEB
DI PT. HARMONI DRILLING SERVICES

BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Kemajuan teknologi saat ini semakin pesat, hal ini terlihat dari proses untuk mendapatkan informasi yang dapat diperoleh secara cepat, tepat dan akurat dengan didukung oleh kemajuan teknologi yang semakin canggih. Dari kemajuan ini membuat banyak perusahaan menggunakan dan membutuhkan teknologi berbasis komputer dan jaringan untuk membantu pekerjaannya karena bersifat  efektif dan efisien.
Banyak perusahaan yang telah menggunakan sistem yang terkomputerisasi dalam mengolah datanya. PT. Harmoni Drilling Services merupakan salah satu perusahaan yang memiliki sistem yang kompleks dalam pengolahan datanya, yang mengharuskan semua data dapat disimpan secara terintegrasi untuk menunjang proses pengolahan data. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh PT. Harmoni Drilling Services adalah pengolahan data inventaris, yaitu berupa data inventaris barang yang ada pada setiap ruangan, data alat tulis kantor (ATK), dan pembuatan laporan inventaris.
Di PT. Harmoni Drilling Services proses penyampaian informasi yang berhubungan dengan kegiatan pengolahan data inventory masih dilakukan secara manual. Ini terlihat dari penggunaan aplikasi Microsoft Excel dalam pengolahan data inventaris. Hal ini menimbulkan beberapa masalah seperti, proses pembuatan laporan yang memerlukan waktu sehingga penyelesaian laporan menjadi tidak tepat waktu. Pencarian dan pembaruan data membutuhkan waktu relatif lama, sehingga hal ini menyulitkan pegawai dalam memberikan laporan kepada pimpinan.
Saat ini banyak perusahaan yang tidak mau ketinggalan dengan kemajuan teknologi informasi yang menunjang terhadap kelangsungan kegiatan institusi. Oleh karena itu banyak perusahaan yang berlomba-lomba meningkatkan mutu dan kualitas dengan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang berhubungan dengan institusi tersebut. Pengolahan data inventaris merupakan kegiatan yang penting dalam suatu institusi atau perusahanan. Dalam hal ini PT. Harmoni Drilling Services memerlukan sebuah aplikasi khusus untuk mengolah data inventaris. Dimana aplikasi ini akan dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan dan pencapaian dalam pengolahan data inventaris, yang akan menjadi bagian aktifitas yang vital di departemen procurement.
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan dan masalah yang dipaparkan diatas maka, perlu dirancang sebuah aplikasi pengolahan data inventaris yang diharapkan menjadi solusi permasalahan yang dihadapi oleh staf PT. Harmoni Drilling Services.

1.2       Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat identifikasi bahwa masalah yang akan dikaji adalah sebagai berikut:
1.        Bagaimana melakukan penyimpanan inventaris secara terintegrasi.
2.        Bagaimana melakukan pencarian dan pembaruan data inventaris dalam waktu yang relatif singkat.

1.3       Batasan Masalah
Batasan-batasan masalah berdasarkan identifikasi masalah di atas, adalah sebagai berikut:
1.        Perancangan aplikasi yang dibangun meliputi pengolahan data inventaris perusahaan di PT. Harmoni Drilling Services.
2.        Pengguna aplikasi terdiri dari dua level, yaitu admin dan Manager Procurement.
3.        Aplikasi dikendalikan oleh satu admin yang memegang hak akses penuh atas pengolahan data inventaris perusahaan dengan melakukan login.
4.        Aplikasi dapat mencetak hasil laporan inventaris perusahaan.

1.4       Maksud dan Tujuan
Penelitian ini berupaya untuk memperbaiki sistem lama, yang masih melakukan pengolahan data inventaris secara manual dengan menggunakan aplikasi secara terkomputerisasi. Dengan pembuatan aplikasi tersebut, diharapkan:
1.        Aplikasi dapat melakukan penyimpanan data inventaris secara terintegrasi dalam sebuah database.
2.      Aplikasi dapat melakukan pencarian dan pembaruan data inventaris dalam waktu yang relatif singkat.

1.5       Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam pembuatan aplikasi pengolahan data inventaris adalah sebagai berikut:
1.         Wawancara
Dengan melakukan wawancara dengan staf departemen procurement mengenai data yang diolah berkaitan dengan pengolahan inventaris.
2.         Studi Kepustakaan
Dilakukan dengan mencari data-data pada buku atau literature yang berkaitan dengan aplikasi yang akan dibuat.



1.6       Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam penyusunan laporan Proyek Akhir adalah sebagai berikut :
BAB I             PENDAHULUAN
                        Menjelaskan tentang latar belakang penelitian, mengapa topik ini menjadi pilihan, tujuan penelitian, batasan masalah serta metode penelitian yang digunakan.
BAB II            LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi teori-teori yang akan digunakan dalam menyelesaikan Proyek Akhir ini.
BAB III          PERANCANGAN
Bab ini akan menjelaskan mengenai rencana perancangan aplikasi pengolahan data inventaris PT. Harmoni Drilling Services dengan mennggunakan diagram alur dengan secara detail.
BAB IV          IMPLEMENTASI SISTEM
Dalam bab ini akan dijelaskan tentang bagaimana cara implementasi dan pengoperasian system yang telah ada.
BAB V            PENUTUP
Bab ini berisi uraian tentang keismpulan yang didapat dari proses pembuatan Aplikasi Pengolahan Data Inventaris PT. Harmoni Drilling Services, serta saran yang dapat diberikan apabila aplikasi ini ingin dikembangkan lebih lanjut.



Oleh Khairunnisa
Sumber: Tugas Akhir CCDP Telkom PDC Khairunnisa



Semi Ilmiah

Perkembangan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi
DalamDunia Bisnis dan Industri

Untuk meningkatkan daya saing di era teknologi seperti sekarang ini, penerapan teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan dalam dunia bisnis. Penerapan ini menyebabkan perubahan dalam kebiasaan atau habit yang baru dalam bidang bisnis.Seperti pengaruh teknologi dalam dunia bisnis yang memanfaatkan E-Commerce sebagai media perdagangan yang menggunakan media internet yang saat ini tidak sulit untuk dijangkau oleh semua kalangan. Kemajuan di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi mendukung perkembangan teknologi internet. Melalui internet pelaku bisnis tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi apapun, untuk menunjang aktivitas bisnisnya, bahkan sekarang cenderung dapat diperoleh berbagai macam informasi.
Teknologi Informasi sudah selayaknya tidak dipandang sebelah mata, apalagi di jaman teknologi seperti sekarang ini departemen IT merupakan salahsatu departemen penting dalam sebuah perusahaan. Namun terkadang masih banyak perusahaan memandang sebelah mata akan peran IT dalam menunjang proses di Perusahaan tersebut, padahal telah banyak terbukti bahwa betapa besarnya IT berperan atau ikut andil dalam memajukan perusahaan.
Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan. Dan yang akan dibahas disini adalah khusus penerapan Teknologi Infromasi dan Komunikasi dalam Perusahaan.
Kebutuhan daya saing, efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.


Untuk dapat mengetahui andil departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya :
1.      Yang tadinya manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerjanya, biaya untuk kertas, alat tulis, dll.
2.       Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT. Sebab dengan IT ini akan memperbendek rantai birokrasi, yang tadinya selesai dalam 1 minggu dengan IT hanya butuh waktu 1 hari. Apabila waktu tadi kita konversikan ke biaya maka akan mendapatkan penghematan sekian rupiah.
3.       Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat. Hal ini tentu saja akan menjadikan perusahaan menjadi lebih kompetitif. Sebab dampaknya akan sangat besar bisa jadi karena pengambilan keputusan yang lambat sebuah perusahaan akan kehilangan banyak order.
4.       Dengan penerapan teknologi IT kita akan dapat menghemat biaya promosi dan pemasaran, karena promosi lewat web site akan sangat murah dan konsumen dapat melihat profil perusahaan dari mana saja diseluruh dunia.
5.       Dengan IT maka sistem akan dapat terintegrasi disemua kantor atau perusahaan sehingga hal ini akan dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaannya tanpa harus berkunjung ke kantor cabang yang jauh dan memakan biaya transportasi.
Jadi sebenarnya penerapan IT ini akan sangat menghemat biaya di semua aspek, baik tenaga kerja, proses, pemasaran, maupun manajemen. Dan penerapan IT ini juga akan dapat mempercepat kemajuan perusahaan, dengan semain meningkatnya margin perusahaan.
Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur.
Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk mengembangkan Teknologi Informasi sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi Teknologi Informasi baru.
Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi.
Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam praktek komunikasi bisnis telah memberikan hasil yang positif terhadap dunia bisnis dimana para pelakunya dapat bersaing dengan para competitor dan dapat diterima oleh pasar secara global.
Peran dari teknologi informasi dan komunikasi bisnis dapat menintegrasikan semua proses bisnis. Dalam teknologi informasi dan komunikasi, perusahaan mampu menerapkan berbagai startegi yang diterapkan.



Oleh Khairunnisa
Referensi : http://sim-uh.blogspot.co.id/2012/11/proses-bisnis-dan-teknologi-informasi.html



Non Ilmiah
Misteri Cincin Keramat
“Tau nggak Yun, sekarang kamu lagi ramai dibicarakan kawan-kawan di kelas?” Mimi melirik Yuyun yang sedang merapikan buku-buku pelajarannya.
Mereka baru saja selesai mengerjakan PR. “Ngetop dong aku!” Yuyun menyahut tanpa menoleh. “Hu… malah ge-er.” Mimi mencibir. Yuyun cuma senyum-senyum.
“Pasti mereka membicarakan tentang cincin keramat  ini!” Yuyun mengacungkan sebuah cincin berwarna coklat tua dari saku roknya.
“Kok kamu sudah tau Yun?”
“Tau dong, Mereka bilang, nilaiku selalu bagus karena cincin keramat ini. Aku tak tau siapa yang mula-mula menyebar cerota seperti itu. Tapi… bukan kamu kan, Mi?”
“Sembarangan! Aku malah baru tau sekarang kalau kamu punya cincin seperti itu. Memangnya itu benar-benar cincin keramat Yun?”
Yuyun tertawa cekikikan sebelum menjawab. “Bisa jadi, keramat buatku. Sebab cincin ini punya cerita tersendiri.”
“Cerita apa itu Yun?”
“Cinicn ini dibuat dari biji salak yang nyasar di kerongkonganku. Gara-gara aku makan salak dengan terburu-buru. Untung kakekku berhasil mengeluarkannya.
Nah, kebetulan kakekku memang suka iseng. Biji salak yang salah alamt itu dilubanginya, lalu dibentuk cincin. Aku memakainya buat kenang-kenangan, sekaligus untuk mengingatkanku agar tidak mengulangi lagi kecerobohan yang hampir membuatkku celaka seperti itu." Yuyun mengakhiri ceritanya.
Tapi, biarpun nggak keramat, boleh kan aku coba memakainya?” Mimi jadi penasaran. “jadi kamu kan gendut-gendut Mi.
Mana cukup. “Yuyun membanding-bandingkan jari-jari Mimi dengan jari-jarinya. Yuyun memang agak kurus. “Ah, cuma beda sedikit kok. Pasti cukup. “Mimi memaksa.
Yuyun mengangkat bahu, dia mengalah mencopot cincinya. Girang sekali Mimi menerimanya.
Susah payah dia memasukkan cincin itu ke jari manisnya. “tuh kan cukup!” Mimi tersenyum penuh kemenangan ketika berhasil memasukkan cincin itu.
“Kucoba pada jari yang lain, siapa tau lebih longgar. “Mimi mencoba mencopot cincin dari jari manisnya. Tapi, cincin itu tak mau lepas. Mungkin memang jemari Mimi terlalu gendut.
Bergantian Mimi dan Yuyun mencoba mencabut cincin itu, tapi tak berhasil.
“Pakai sabun biar licin!” Yuyun mengusulkan. Sabun pun dicoba.
Tapi tetap tak menolong. Bagian atas jari Mimi malah membesar, lalu membiru. Cincin itu semakin sulit dicopot. Mereka mulai panik.
“Aduh, bagaimana ini?” Mimi meringis. “Kamu sih, sudah kuperingatkan, maksa juga. “Yuyun merutuk. Mimi terdiam merasa bersalah.
“Kita minta tolong Om Doni saja. Dia kan dokter, pasti bisa. Mudah-mudahan dia ada dirumahnya. “Yuyun berlari ke rumah sebelah, sebentar kemudian dia kembali bersama Om Doni.
“Aduh Om, tolong berikan suntikan untuk mengecilkan jariku ini. “Mimi merengek-rengek begitu melihat Om Doni.
Om Doni tersenyum geli. “Mana ada suntikan buat mengecilkan jari. “Om Doni memeriksa jari Mimi yang bengkak. “Makanya jangan suka maksa! Yun, ambilkan gergaji kecil di laci meja kerja Om.”
“Aduh, jari saya mau digergaji Om? ”Mimi pucat pasi. “Iya, karena kamu nakal! ”Om Doni pura-pura melotot. Mimi ternganga. Yuyun datang membawa gergaji kecil.
Mimi semakin gemetaran ketika Om Doni meraih tangannya. Yuyun menyaksikan dengan penuh tanda tanya. Mau diapakan jari Mimi.
Dan …. Ow! Akhirnya mereka bernafas lega. Ternyata yang gergaji bukan jari Mimi tapi cincin yang dipakainya.
“Hey benda jelek! Sudah dua kali bikin gara-gara! Dulu kamu tersesat di kerongkonganku. Sekarang kau membuat bengkak jari Mimi. Pergi kau!”
Yuyun menyumpah-nyumpah cincin yang sudah berhasil dilepaskan dari jari Mimi, lalu melemparnya ke luar.
“Bukan benda itu yang salah, tapi kalian yang ceroboh," Om Doni menyela. Yuyun dan Mimi saling berpandangan sambil tersenyum malu.



Sumber : Oleh Aat Danamihardja, Bobo 48/XXVI

http://bobo.kidnesia.com/Bobo/Klinik-Cerita/Cerita-Dari-Bobo/Misteri-Cincin-Keramat

Monday, 4 April 2016

Softskill MLSI : "Perkembangan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi Dalam Dunia Bisnis dan Industri"

Perkembangan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi Dalam
Dunia Bisnis dan Industri

Untuk meningkatkan daya saing di era teknologi seperti sekarang ini, penerapan teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan dalam dunia bisnis. Penerapan ini menyebabkan perubahan dalam kebiasaan atau habit yang baru dalam bidang bisnis. Seperti pengaruh teknologi dalam dunia bisnis yang memanfaatkan E-Commerce sebagai media perdagangan yang menggunakan media internet yang saat ini tidak sulit untuk dijangkau oleh semua kalangan. Kemajuan di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi mendukung perkembangan teknologi internet. Melalui internet pelaku bisnis tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi apapun, untuk menunjang aktivitas bisnisnya, bahkan sekarang cenderung dapat diperoleh berbagai macam informasi.
Teknologi Informasi sudah selayaknya tidak dipandang sebelah mata, apalagi di jaman teknologi seperti sekarang ini departemen IT merupakan salahsatu departemen penting dalam sebuah perusahaan. Namun terkadang masih banyak perusahaan memandang sebelah mata akan peran IT dalam menunjang proses di Perusahaan tersebut, padahal telah banyak terbukti bahwa betapa besarnya IT berperan atau ikut andil dalam memajukan perusahaan.
Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan. Dan yang akan dibahas disini adalah khusus penerapan Teknologi Infromasi dan Komunikasi dalam Perusahaan.
Kebutuhan daya saing, efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.


Untuk dapat mengetahui andil departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya :
1.      Yang tadinya manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerjanya, biaya untuk kertas, alat tulis, dll.
2.       Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT. Sebab dengan IT ini akan memperbendek rantai birokrasi, yang tadinya selesai dalam 1 minggu dengan IT hanya butuh waktu 1 hari. Apabila waktu tadi kita konversikan ke biaya maka akan mendapatkan penghematan sekian rupiah.
3.       Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat. Hal ini tentu saja akan menjadikan perusahaan menjadi lebih kompetitif. Sebab dampaknya akan sangat besar bisa jadi karena pengambilan keputusan yang lambat sebuah perusahaan akan kehilangan banyak order.
4.       Dengan penerapan teknologi IT kita akan dapat menghemat biaya promosi dan pemasaran, karena promosi lewat web site akan sangat murah dan konsumen dapat melihat profil perusahaan dari mana saja diseluruh dunia.
5.       Dengan IT maka sistem akan dapat terintegrasi disemua kantor atau perusahaan sehingga hal ini akan dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaannya tanpa harus berkunjung ke kantor cabang yang jauh dan memakan biaya transportasi.
Jadi sebenarnya penerapan IT ini akan sangat menghemat biaya di semua aspek, baik tenaga kerja, proses, pemasaran, maupun manajemen. Dan penerapan IT ini juga akan dapat mempercepat kemajuan perusahaan, dengan semain meningkatnya margin perusahaan.
Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur.
Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk mengembangkan Teknologi Informasi sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi Teknologi Informasi baru.
Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi.
Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam praktek komunikasi bisnis telah memberikan hasil yang positif terhadap dunia bisnis dimana para pelakunya dapat bersaing dengan para competitor dan dapat diterima oleh pasar secara global.
Peran dari teknologi informasi dan komunikasi bisnis dapat menintegrasikan semua proses bisnis. Dalam teknologi informasi dan komunikasi, perusahaan mampu menerapkan berbagai startegi yang diterapkan.


Sunday, 27 March 2016

Softskill Bahasa Indonesia 2 : "Aspek Penulisan Sebuah Karya Ilmiah"

I.         Aspek Penalaran dalam Karangan Ilmiah
        Karya ilmiah merupakan suatu bentuk karangan yang menyajikan suatu topik secara sistematis, dilengkapi dengan data dan fakta yang benar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan. Data dan fakta yang telah kita kumpulkan kemudian disusun dan dirangkai serta dihubung-hubungkan antara keduanya agar menjadi suatu karya ilmiah.
          Proses berfikir untukmenghubung-hubungkan data dan fakta sehingga menjadi suatu simpulan inilah yang disebut dengan penalaran. Menurut Arifin dan Tasai, penalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh bernilai benar ataupun salah, sampai akhirnya mencapai suatu simpulan yang berbentuk kalimat pernyataan.
           Bila data atau fakta yang telah kita nalarkan itu bernilai benar, maka orang akan menerima pernyataan dari kesimpulan yang telah kita buat, akam tetapi bila data atau fakta yang kita nalarkan itu bernilai salah atau masih kurang jelas, maka orang akan menolak pernyataan kita.
          Dalam proses penalaran sebuah karangan, kita akan menggunakan pikiran untuk menarik sebuah kesimpulan yang dituangkan ke dalam bentuk tertulis. Jika penalarannya tepat, hal-hal yang diungkapkan dalam karangan akan jelas dan mudah dipahami. Oleh karena itu pengungkapan yang akan kita tuangkan dalam karangan harus dipertimbangkan lebih dulu, sehingga bahasa yang kita gunakan dalam pengungkapan dapat dengan mudah dimengerti oleh orang yang membaca karangan tersebut.
           Bila kita menggunakan kata-kata ilmiah yang belum diketahui oleh orang banyak, hendaknya kita memberitahu dengan menuliskan catatan kaki atau dengan menjelaskannya sesudah kata itu.

Aspek Pemaparan Karya Tulis Ilmiah
Beberapa aspek untuk membuat Karya Tulis Ilmiah bisa melalui beberapa tahap, yaitu :
v  Tahap Persiapan
a.       Persiapan penulisan karya ilmiah
1)      Pemilihan topik atau masalah untuk karya ilmiah
2)      Merumuskan tujuan
3)      Mengidentifikasi pembaca karya ilmiah
4)      Menentukan cakupan isi materi.

b.      Pengumpulan Informasi untuk Penulisan Karya Ilmiah
1)      Memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber data, informasi dan bahan untuk karya ilmiah
2)      Melakukan wawancara untuk mendapat informasi untuk tulisan.

v  Tahap Proses Penulisan
a.       Pra Penulisan
1)      Pemilihan dan pembatasan topik
2)      Merumuskan tujuan
3)      Mempertimbangkan bentuk karangan
4)      Mempertimbangkan pembaca
5)      Mengumpulkan data pendukung
6)      Merumuskan judul
7)      Meumuskan thesis
8)      Penyusunan ide dalam bentuk karangan atau outline.
b.      Pemilihan Topik
c.       Tahap Penulisan Draft
d.      Tahap Revisi
e.       Tahap Penyuntingan
f.       Tahap Publikasi

v  Tahap Evaluasi
a.       Fokus
b.      Pembangunan
c.       Organisasi
d.      Gaya
e.       Konvensi.

II.        Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah penalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain, simpulan yang diperoleh tidak lebih khusus dari pernyataan (premis).
            Beberapa bentuk penalaran induktif adalah sebagai berikut.
1.      Generalisasi
Penalaran generalisasi adalah penalaran yang berdasarkan pada pernyataan-pernyataan khusus yang kemudian diambil sebuah kesimpulan secara umum. Dengan demikian, penarikan kesimpulan dalam generalisasi berdasarkan data yang sesuai dengan fakta atau data. Fakta atau data dapat diperoleh melalui penilaian, pengamatan, atau hasil survei. Jumlah data atau fakta khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.
Contoh: 
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.

Benar atau tidak benarnya simpulan dari generalisasi itu dapat dilihat dari hal-hal berikut ini.
a.         Data-data itu harus memadai jumlahnya. Makin banyak data yang dipaparkan, makin benar simpulan yang diperoleh.
b.        Data-data itu harus mewakili keseluruhan. Dari data yang sama itu akan dihasilkan simpulan yang benar.
c.         Pengecualian perlu diperhitungkan karena data-data yang mempunyai sifat khusus tidak dapat dijadikan data.

2.      Analogi
            Analogi adalah penalaran dengan membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi memilki berbagai kesamaan. Berdasarkan banyak kesamaan tersebut, ditariklah suatu kesimpulan. Dapat dikatakan bahwa teks yang dibuat berdasarkan penalaran analogi selalu dimulai dengan suatu data khusus ke data khusus lainnya kemudian dibuat suatu kesimpulan bahwa yang benar untuk suatu pernyataan akan benar pula pada pernyataan yang lain.
Contoh:
Nina adalah lulusan akademi A.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan akademi A.
Oleh sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

3.      Kausal (Sebab-Akibat)
            Kausal atau sebab-akibat adalah penalaran yang dimulai dengan mengemukakan fakta berupa sebab kemudian disusul dengan kesimpulan yang berupa akibat. Hubungan sebab-akibat ini memiliki tiga pola yaitu:
a.       Sebab-Akibat
      Penalaran dari sebab ke akibat dimulai dengan pengamatan terhadap suatu sebab yang diketahui. Berdasarkan pengamatan itu maka ditariklah kesimpulan mengenai akibat yang mungkin ditimbulkan.
Contoh:
      Hujan berturut-turut mengguyur desa kami. Air sungai berangsur-angsur naik. Jalan dan halaman rumah pun mulai digenangi air. Akhirnya, banjir pun melanda desa kami.

b.      Akibat-Sebab
            Penalaran dari akibat ke sebab dimulai dari suatu akibat yang diketahui. Berdasarkan akibat tersebut dipikirkan apa yang mungkin menjadi penyebabnya.
Contoh:
            Mira pada siang hari ini berangkat ke kampus dengan mengendarai mobil. Tiba-tiba mobilnya mogok di tengah jalan. Kemudian ia pun memikirkan penyebab mogoknya mobil tersebut. Setelah diperiksa ternyata mobilnya itu mogok karena kehabisan bahan bakar(bensin).

c.       Akibat-Akibat
            Penalaran dari akibat ke akibat berpangkal dari suatu akibat dan berdasarkan akibat tersebut dipikirkan akibat lain tanpa memikirkan sebab umum yang menimbulkan kedua akibat itu.
Contoh:
            Ketika pulang dari pasar, Anisa melihat halaman rumah becek. Anisa itu berpikir(menarik kesimpulan) pasti kain jemuran di belakang rumah basah. Anisa tersebut tidak memikirkan penyebab utama mengapa halaman rumah becek dan kain jemuran basah yaitu hujan yang turun.

III. Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif didasarkan atas prinsif, hukum, teori atau putusan lain yang berlaku umum untuk suatu hal ataupun gejala. Berdasarkan atas prinsif umum tersebut, Anda menarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus yang merupakan bagian dari hal atau gejala di atas. Dengan kata lain, penalaran deduktif bergerak dari sesuatu yang umum kepada yang khusus. (Akhadiah,dkk, 1986:58)
            Jadi, penalaran yang bersifat deduktif bersumber pada suatu pernyataan yang bersifat umum (premis mayor) dan satu penyatan yang bersifat khusus (premis minor). Dengan dasar dua premis itu, maka akan dihasilkan kesimpulan yang logis dan sah.
            Menurut bentuknya penalaran deduktif mungkin merupakan silogisme dan entimem. Penjelasan mengenai silogisme dan entimem akan diuraikan dibawah ini.

1.      Silogisme
          Silogisme merupakan suatu cara penalaran yang formal. Penalaran dalam bentuk ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Anda lebih sering mengikuti polanya saja, meskipun kadang-kadang secara tidak sadar. Contoh, Anda mengucapkan ”Saya tidak menyukai tokoh A karena sikapnya terlalu otoriter”, sebenarnya dapat Anda kembalikan pada bentuk formalnya yaitu:
a.       Saya tidak menyukai semua yang bersikap terlalu otoriter.
b.      Tokoh A terlalu otoriter dalam bersikap.
c.       Karena itu saya tidak menyukai tokoh A.
          
Bentuk formal seperti di atas itulah yang disebut silogisme. Di dalam silogisme terdapat istilah proposisi, premis, dan term. Mengenai proposisi, premis, dan term akan dijelaskan di bawah ini.
ü  Premis, Term, dan Proposisi
      Silogisme terdiri dari tiga kalimat. Kalimat 1) merupakan pernyataan dasar umum yang disebut premis mayor. Predikat di dalam premis mayor disebut term mayor. Kalimat 2) merupakan pernyataan dasar khusus dan disebut premis minor. Predikat pada premis minor disebut term penengah. Kalimat 3) adalah kesimpulan yang ditarik berdasarkan premis mayor dan premis minor. Subjek pada kesimpulan itu merupakan term minor. Term penengah menghubungkan term mayor dengan term minor dan tidak boleh terdapat pada kesimpulan. Term adalah suatu kelompok kata yang menempati fungsi subjek (S) atau predikat (P) di dalam kalimat logika (Akhadiah, dkk,1986:59). Untuk mempermudah membuat silogisme Anda dapat gunakan rumus berikut.

Premis mayor (premis umum) : A=B
Premis minor(premis khusus)              : C=A
Kesimpulan:                                        : C=B
Contoh lain;
Semua manusia bijaksana.
Semua polisi adalah manusia.
Jadi, semua polisi bijaksana.

        Bentuk diatas adalah bentuk standar silogisme. Dan dalamnya terdapat tiga term, yaitu term mayor, minor, dan tengah. Term-term itu tercantum dalam kalimat yang disebut proposisi. Proposisi adalah kalimat pernyataan tentang hubungan antara fakta-fakta yang dapat dinilai benar atau salah. Proposisi 1) dan 2) merupakan premis yaitu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan pada proposisi nomor 3). Proposisi 1) adalah premis mayor yaitu premis yang merupakan pernyataan dasar umum yang di anggap benar untuk suatu kelas tertentu. Di dalamnya terdapat term mayor ( bijaksana) yang muncul dalam kesimpulan sebagai predikat. Proposisi 2) merupakan premis minor yang mengemukakan pernyataan tentang peristiwa atau gejala khusus yang merupakan bagian atau anggota kelas pada premis mayor. Di dalamnya terdapat term minor (semua polisi) yang menjadi subjek dalam kesimpulan. Term mayor dan minor itu dihubungkan oleh term tengah (semua manusia) yang tidak boleh diulang di dalam kesimpulan.
ü  Jenis-jenis Proposisi
Proposisi dapat dipandang dari empat kriteria, yaitu berdasarkan bentuknya, sifatnya, kualitsnya, dan kuantitasnya.
1)   Berdasarkan bentuknya, proposisi dapat dibagi atas proposisi tunggal dan proposisi majemuk.
Proposisi tunggal hanya mengandung satu pernyataan.
Contoh:
Semua petani harus bekerja keras.
Setiap pemuda adalah calon pemimpin.

Proposisi majemuk mengandung lebih dari satu pernyataan.
Contoh:
Semua petani harus bekerja keras dan hemat.

Proposisi majemuk ini sebenarnya terdiri atas dua proposisi,yaitu:
Semua petani harus bekerja keras.
                        dan
Semua petani harus hemat.

2)   Berdasarkan sifatnya, proposisi dapat dibagi atas proposisi kategorial dan proposisi kondisional. Dalam proposisi kategorial, hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan tanpa syarat.
      Contoh:
      Semua bemo beroda tiga.
      Sebagian binatang tidak berekor.
Dalam proposisi kondisional, hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan suatu syarat tertentu. Syarat itu harus dipenuhi atau diingat sebelum peristiwa dapat berlangsung.
      Contoh:
      Jika air tidak ada, manusia pasti mati
Proposisi ini terdiri atas dua bagian, yaitu bagian sebab dan bagian akibat. Dalam proposisi Jika air tidak ada, manusia akan mati unsur sebab ialah Jika air tidak ada dan unsur akibat ialah manusia akan mati. Unsur sebab disebut anteseden dan unsur akibat disebut konsekuen. Anteseden sebuah proposisi harus selalu mendahului konsekuen. Kalau urutannya dibalik, kalimat itu bukanlah proposisi. Proposisi kondisional seperti diatas disebut proposisi kondisional hipotetis. Disamping itu ada pula proposisi kondisional disjungtifProposisi kondisional disjungtif ini mengemukakan suatu alternatif atau pilihan.
Contoh:
Amir Hamzah adalah seorang sastrawan atau pahlawan.

3)      Berdasarkan kualitasnya proposisi dapat dibagi atas proposisi positif (afirmatif) dan proposisi negatif. Proposisi positif (afirmatif) adalah proposisi yang membenarkan adanya persesuaian hubungan antara subjek dan predikat.
Contoh:
Semua dokter adalah orang pintar.
Sebagian manusia adalah bersifat sosial.
        Proposisi negatif adalah proposisi yang menyatakan bahwa antara subjek dan predikat tidak mempunyai hubungan. Dengan kata lain, proposisi negatif meniadakan hubungan antara subjek dan predikat.
      Contoh:
      Semua harimau bukanlah singa.
      Sebagian orang jompo tidaklah pelupa.
      Dalam proposisi kondisional hipotesis, pokok persoalan terletak pada unsur konsekuennya. Kalau konsekuennya positif, proposisi itu juga positif (afirmatif). Kalau konsekuennya negatif, proposisi itu juga negatif. Unsur anteseden tidak memberi pengaruh pada kualitas proposisi.
      Contoh:
      Jika hari panas, petani tidaklah bekerja (negatif).
      Jika hari tidak panas, petani menjadi senang (afirmatif).

4)      Berdasarkan kuantitasnya, proposisi dapat dibagi atas proposisi universal dan proposisi khusus. Pada proposisi universal, predikat proposisi membenarkan atau mengingkari seluruh subjeknya.
Contoh:
Semua dokter adalah orang pintar.
Tidak seorang dokter pun adalah orang yang tak pintar.
Semua gajah bukanlah kera.
Tidak seekor gajah pun adalah kera.
Kata-kata yang dapat membantu menciptakan proposisi universal ini ialah:
a)      Universal afirmatif: semua, setiap, tiap, masing-masing, apa pun juga.
b)      Universal negatif: tidak satu pun, tak seorang pun.
Pada proposisi khusus, predikat proposisi hanya membenarkan atau mengingkari sebagian subjeknya.
Contoh:
Sebagian mahasiswa gemar olahraga.
Tidak semua mahasiswa pandai bernyanyi.
Sebagian Pulau Jawa adalah Jawa Barat.
 Tidak semua Pulau Jawa adalah Jawa Barat.
Kata-kata yang dapat membantu menciptakan proposisi khusus ialah kata sebagian, sebahagian, banyak, beberapa, sering, kadang-kadang, dalam keadaan tertentu.

5)      Berdasarkan kualitas (afirmatif dan negatif) dan kuantitas (universal dan umum), ditemukan empat bentuk proposisi, yaitu sebagai berikut.
- Proposisi Universal-Afirmatif dilambangkan A.
Contoh: Semua makhluk hidup bernapas.
- Proposisi Universal-Negatif dilambangkan E.
Contoh: Tidak seorang pun manusia terlepas dari dosa.
- Proposisi Khusus (partikular, particular)-Afirmatif dilambangkan I.
Contoh: Sebagian mahasiswa memiliki sepeda motor.
- Proposisi Khusus (partikular, particular)-Negatif dilambangkan O.
Contoh: Sebagian mahasiswa tidak memiliki sepeda motor.

2.      Entimem
Bentuk yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah bentuk entimem. Entimem pada hakikatnya adalah silogisme. Namun, ada satu premis dalam entimem yang dihilangkan karena premis yang dihilangkan tersebut dianggap sudah sama-sama diketahui. Oleh karena itu, entimem adalah bentuk silogisme yang diperpendek. Adapun rumus silogisme adalah: C=B, karena C=A.
Contoh:
PU       : Semua siswa yang pandai bergaul disenangi teman-temannya.
PK       : Hamidah pandai bergaul.
S          : Hamidah disenangi teman-temannya.
Silogisme di atas jika dijadikan menjadi sebuah entimem menjadi ”Hamidah disenangi teman-temannya karena ia pandai bergaul”.